Perencanaan Keuangan untuk Usahamu!

Rencana keuangan adalah hal yang terpenting yang dibutuhkan sebuah usaha. Bisa disebut sebagai pedoman atau pengingat tentang apa tujuan si seorang pengusaha—apa yang ingin dicapai dalam jangka pendek dan jangka panjang. Rencana keuangan menjabarkan kemungkinan biaya seseorang, dan bagaimana mengelola biayanya. Perlu diingat bahwa investor, banker, dan kreditor bahkan tidak akan mengadakan pertemuan dengan seorang pengusaha apabila si pengusaha ini tidak memiliki rencana keuangan untuk bisnis kecilnya.

Rencana keuangan membantu seseorang mengelola arus kas usahanya. Sebagian besar usaha memiliki pendapatan beragam dari musim ke musim, memperhitungkan perubahan sehingga tidak ada kekurangan dalam jangka panjang. Memiliki bantalan kas membantu memastikan bahwa bisnis seseorang dapat melewati musim yang buruk dan tetap menjadi yang teratas. Merencanakan pajak, membelanjakan arus kas, dan menganggarkan dengan hati-hati dapat dihasilkan dari perencanaan keuangan yang cermat.

Ketika seseorang sedang sibuk menjalankan bisnisnya, ia bisa melupakan tujuan jangka panjang yang memastikan pertumbuhan yang tepat dari usaha kecilnya. Rencana keuangan yang solid dapat jadi pengingat semua pengeluaran yang diperlukan untuk menjaga pertumbuhan bisnis seorang pengusaha agar tetap berada di depan para pesaing pasar.

APA ISI PERENCANAAN KEUANGAN SEBUAH USAHA?

Biasanya rencana keuangan sebuah usaha berisi gambaran situasi keuangan bisnis dan proyeksi pertumbuhan ke depan. Biasanya memiliki lima bagian: perkiraan penjualan, pengeluaran biaya, laporan posisi keuangan, proyeksi arus kas, dan rencana operasional. Lantaran, rencana keuangan yang baik membantu seseorang mengelola arus kas dan akun selama berbulan-bulan ketika pendapatan mungkin lebih rendah dari yang diharapkan. Ini juga membantu seseorang menganggarkan pengeluaran harian dan bulanan serta merencanakan pajak tiap tahunnya.

Perkiraan penjualan menjadi salah satu elemen penting dalam rencana keuangan seorang pengusaha, untuk tiap bulan, kuartal, dan tahun. Mengidentifikasi pola apapun dalam siklus penjualan dapat membantu seseorang memahami usahanya, dan ini berharga ketika si pengusaha merencanakan strategi pemasaran dan pertumbuhan usaha. Misalnya, usaha musiman bisa fokus meingkatkan penjualan di luar musim hingga menjadi usaha yang aktif sepanjang tahun. Usaha lain mungkin menjadi lebih siap dengan memahami bagaimana naik turunnya bisnis terkait dengan faktor cuaca atau ekonomi. Perkiraan penjualan juga merupakan dasar untuk menetapkan tujuan pertumbuhan usaha. Contohnya, si pengusaha dapat meningkatkan penjualan sebesar 15 persen dari setiap periode sebelumnya.

Tidak hanya itu, ada pula pengeluaran biaya yang harus dimasukkan dalam rencana keuangan sebuah usaha. Ini mencakup biaya rutin, biaya pengeluaran yang diharapkan, dan biaya lainnya. Pengeluaran rutin merupakan biaya bisnis pengusaha termasuk biaya operasional (sewa, utilitas, dan penggajian). Sementara itu, pengeluaran masa depan seperti kenaikan tarif pajak, kenaikan upah minimum, atau kebutuhan pemeliharaan. Umumnya, Sebagian anggaran juga harus dialokasikan untuk biaya tak terduga, seperti kerusakan usaha karena kebakaran, banjir, atau bencana tak terduga lainnya. Lalu, pengeluaran terkait adalah perkiraan biaya berbagai prakarsa seperti mendapat & melatih karyawan baru, membuka tokor baru, atau memperluas pengiriman ke wilayah baru.

Kemudian, rencana keuangan juga memasukkan laporan posisi keuangan seperti aset dan liabilitas. Perlu dicatat, aset dan liabilitas adalah fondasi neraca bisnis seorang pengusaha dan penentu utama kekayaan bersih bisnisnya. Menjaga keduanya memungkinkan seseorang memaksimalkan nilai potensial bisnisnya. Sebab, usaha kecil sering meremehkan aset mereka (mesin, properti, inventaris) dan gagal memperhitungkan tagihan yang belum dibayar dengan benar. Neraca si pengusaha menawarkan pandangan yang lebih lengkap tentang kesehatan bisnis seseorang dibandingkan laporan laba-rugi atau laporan arus kas. Bisa dikatakan, laporan untung-rugi menungjukkan bagaimana kinerja bisnis selama periode waktu tertentu, sementara necara menunjukkan posisi keuangan sebuah usaha di waktu kapanpun.

Seorang pengusaha harus dapat memprediksi arus kasnya secara bulanan, triwulanan, dan tahunan. Memproyeksikan arus kas selama satu tahun penuh memungkinan seorang pengusaha mengatasi kesulitan atau tantangan keuangan apapun. Di dalam sebuah rencana keuangan, proyeksi arus kas dapat membantu mengidentifikasi masalah arus kas sebelum bisnis seseorang merugi. Proyeksi arus kas juga memberi pandangan jelas tentang berapa banyak uang yang diharapkan tersisa di tiap akhir bulan sehingga seorang pengusaha dapat merencanakan kemungkinan ekspansi atau investasi lainnya.

Demi menjalankan usaha seefisien mungkin, seseorang dapat membuat ringkasan mendetil terkait kebutuhan operasionalnya. Rencana operasional juga dapat memudahkan untuk menentukan apakah ada ruang untuk mengoptimalkan operasi atau rantai pasokan sebuah usaha melalui otomatisasi, teknologi baru, atau vendor rantai pasokan yang unggul.

TIPS UNTUK PARA PENGUSAHA

Secara keseluruhan, rencana keuangan membantu seseorang mengukur kemajuannya. Bagaimana musimnya berjalan? Langkah apa yang telah dilakukan dalam mencapai tujuan usaha? Ketika seorang pengusaha sangat sibuk dalam operasi sehari-hari menjalankan bisnis mereka, sering kali kehilangan pandangan tentang langkah apa yang telah mereka buat untuk mengembangkan usaha kecil mereka. Rencana keuangan membantu pemilik usaha kecil melihat dengan tepat apa yang terjadi melalui peninjauan dan analisis data keras. Singkatnya, setiap pemilik usaha harus memiliki rencana bisnis terkonsep yang diperbarui secara berkala jika ingin beroperasi dengan sukses di tahun-tahun mendatang.